Banyak orang tua yang kadang suka kesal atau marah-marah jika mempunyai anak yang selalu membuat masalah atau nakal. Tetapi tahukah Anda, para psikolog mengatakan bahwa anak yang nakal adalah anak yang cerdas.
Saat ini konsep kecerdasan sedang booming di masyarakat dan anak yang pintar selalu di identikkan dengan anak yang hebat matematika. padahal sesungguhnya anak yang cerdas adalah anak yang bisa menemukan hal-hal baru.
Anak-anak yang nakal biasanya adalah anak yang kreatif dan umumnya bisa menemukan hal-hal baru atau berhasil menemukan suatu masalah dan jika dilihat lebih jauh ke dalam otaknya maka sinapsis-sinapsis (pertemuan ujung saraf dengan saraf lainnya) akan terlihat ruwet. Jika sinapsis di otak ruwet menandakan adanya koneksi yang bagus antara sel-sel saraf di otak, serta hal ini berarti anak mendapatkan stimulasi yang baik dalam perkembangan otaknya.
Sisi kreativitas ini termasuk ke dalam salah satu soft skill yang dimiliki oleh anak yang nakal, selain kreativitas ada juga beberapa soft skill lainnya yang biasanya dimiliki oleh seorang anak yang nakal ,yaitu anak yang nakal biasanya mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mempunyai inisiatif untuk melakukan sesuatu.
Rabu, 16 November 2011
Selasa, 15 November 2011
Menjaga Kesehatan Anak di Musim Pancaroba
Pada musim pancaroba seperti sekarang ini menyebabkan sebagian kawasan masih tetap berdebu dan berudara panas. Selanjutnya, debu dan kotoran yang masih tersisa di kawasan tersebut dengan mudah diterbangkan angin ke kawasan lain, dan menjadi vektor (pembawa) penyakit. Anak-anak, terutama usia balita, termasuk yang rentan penyakit di musim pancaroba. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin berkembang menjadi gangguan kesehatan yang merugikan. Berikut adalah penyakit yang biasa menyerang anak di masa pancaroba seperti sekarang :
A. Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering kali menyerang anak di musim pancaroba.salah satu penyakit anak di musim pancaroba yang didahului demam adalah penyakit pada sistem pernapasan. Demam yang merupakan gejala penyakit sistem pernafasan biasanya ringan sampai sedang (37,4 – 39,4 derajat Celsius). Tapi pada beberapa kasus influensa pada anak, demam bisa mencapai 39,9 derajat Celsius. Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas. Berdasarkan lokasi yang diserang, penyakit ini dibedakan menjadi dua:
a. Penyakit saluran pernapasan bagian atas . Umumnya gejala penyakit saluran napas bagian atas lebih ringan, misalnya batuk-pilek. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan (pada difteri).
b. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah. Gangguan di bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia, yaitu radang paru-paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorokan yang mengalami infeksi, dan bronkioetitis, yaitu infeksi serius pada cabang terakhir saluran napas yang berdekatan dengan jaringan paru-paru.
B. Penyakit Saluran Cerna Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan dari luar rumah. Mengingat pola makan anak yang cenderung semaunya, kemungkinan terjadinya penyakit ini menjadi sangat besar. Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual dan muntah. Gejala muntah dan mencret biasanya disertai demam, sakit kepala dan mulas-mulas. Tinja anak mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah (jika penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah dan mencret jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan darah).
Pencegahan dan Pengobatan
a. Menjaga asupan makanan anak. Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit
b. Melengkapinya dengan multivitamin. Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat – komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan anak – multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba.
c. Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, bujuklah anak untuk tidak jajan sembarangan.
A. Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering kali menyerang anak di musim pancaroba.salah satu penyakit anak di musim pancaroba yang didahului demam adalah penyakit pada sistem pernapasan. Demam yang merupakan gejala penyakit sistem pernafasan biasanya ringan sampai sedang (37,4 – 39,4 derajat Celsius). Tapi pada beberapa kasus influensa pada anak, demam bisa mencapai 39,9 derajat Celsius. Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas. Berdasarkan lokasi yang diserang, penyakit ini dibedakan menjadi dua:
a. Penyakit saluran pernapasan bagian atas . Umumnya gejala penyakit saluran napas bagian atas lebih ringan, misalnya batuk-pilek. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan (pada difteri).
b. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah. Gangguan di bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia, yaitu radang paru-paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorokan yang mengalami infeksi, dan bronkioetitis, yaitu infeksi serius pada cabang terakhir saluran napas yang berdekatan dengan jaringan paru-paru.
B. Penyakit Saluran Cerna Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan dari luar rumah. Mengingat pola makan anak yang cenderung semaunya, kemungkinan terjadinya penyakit ini menjadi sangat besar. Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual dan muntah. Gejala muntah dan mencret biasanya disertai demam, sakit kepala dan mulas-mulas. Tinja anak mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah (jika penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah dan mencret jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan darah).
Pencegahan dan Pengobatan
a. Menjaga asupan makanan anak. Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit
b. Melengkapinya dengan multivitamin. Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat – komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan anak – multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba.
c. Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, bujuklah anak untuk tidak jajan sembarangan.
Rabu, 09 November 2011
Kurangi Efek Negatif Penggunaan Tas Ransel Untuk Anak Anda
Berikut ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sebagai tindakan pencegahannya :
1. Berat ransel jangan sampai melebihi 10-15% dari total berat badan anak anda.
2. Susun rapi isi dalam tas sehingga tidak menimbulkan tonjolan2 berlebih pada tas.
3. Letakan barang yang berat sedekat mungkin dengan tulang belakang agar mengurangi beban berat.
4. Tas jangan berada di bawah pinggang.
5. Gunakan tali pinggang yang ada pada tas dan sesuaikan dengan postur tubuh anak.
6. Latihlah anak anda untuk berdiri dengan tegak, dan punggung lurus untuk memperbaiki postur.
7. Belikan Anak Anda ransel yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka.
8. Jika memungkinkan belikan anak Anda tas yang diselendangkan
Rabu, 02 November 2011
Jangan Biasakan Anak Anda Untuk Jajan
Jajan!..barangkali itu adalah kata kedua yang keluar dari bayi anda setelah kata mama..hehe..tapi memang aak mana sih yang tidak suka jajan?..dan kita pun sebagai orang tua sepertinya akan sulit untuk tidak permintaan mereka yang satu itu,apalagi jika dibarengi dengan rengekan atau bahkan tangisan. Tapi tahukah Anda ternyata ada banyak bahaya yang mengintai mereka akibat kebiasaan jajan. diantaranya sebagai berikut :
1. Meningkatkan resiko kegemukan atau obesitas,
2. Gigi rusak
3. Kencing manis
4. Sakit kepala,
5. Sulit konsentrasi untuk belajar
6. Gangguan pada mental
7. Gangguan Emosional,
waw..banaya sekali bukan?..dan itu hanya sebagian dari bahaya2 yang disebabkan oleh kebiasaan jajan..jadi jangan dibiasakan anak anda untuk jajan ya!..
1. Meningkatkan resiko kegemukan atau obesitas,
2. Gigi rusak
3. Kencing manis
4. Sakit kepala,
5. Sulit konsentrasi untuk belajar
6. Gangguan pada mental
7. Gangguan Emosional,
waw..banaya sekali bukan?..dan itu hanya sebagian dari bahaya2 yang disebabkan oleh kebiasaan jajan..jadi jangan dibiasakan anak anda untuk jajan ya!..
Langganan:
Komentar (Atom)